Life is a game. Everyone is playing and you are the main character of your own life.
Tiap orang punya definisinya masing-masing soal fase kehidupannya. Perubahan fase kehidupan pun ditentukan sendiri.
Gue suka banget baca goosebumps yg edisi jalan ceritanya kita tentuin sendiri, atau main game yg akhir ceritanya ditentukan dari proses penyelesaian misi yg kita ambil.

Bagi gue hidup tuh kayak gitu, kayak main game kayak baca goosebumps. Punya suatu misi, yang kita tentukan sendiri bagaimana cara kita menyelesaikan misi itu. Akhir ceritanya akan beda-beda ditiap orang.
Gue juga suka banget sama tv show The Amazing Race. Menurut gue amazing race ini permainan super jenius, gue yakin risetnya mendalam dan penuh perhitungan.

Di amazing race setiap kelompok dikasih misi yg harus diselesaikan di tiap-tiap pos. Nggak semua pos bisa dilewati gitu aja setelah menyelesaikan misi, kadang mereka dapet amplop berupa tantangan lainnya. Ada yg namanya detour, road block, u-turn, intersection, fast forward, dll.
Dari sekian banyak jenis amplop yg diterima si peserta Amazing Race ini, semuanya bisa kita relate sama kehidupan kita sesungguhnya.

U-Turn:
Kadang dalam hidup kita harus liat kebelakang untuk mempelajari ulang apa yang sudah pernah kita lewati, dan mungkin dikasih kesempatan kedua buat memperbaikinya lagi.

Fast Forward:
Ini kayak program akselerasi di hidup. Dapet kesempatan untuk melewati suatu fase tertentu ke fase selanjutnya.

Intersection:
Suatu moment dalam hidup dimana kita harus bahu membahu sama orang lain untuk menyelesaikan sesuatu.

Road Block:
Harus berhenti sejenak dan membiarkan orang lain yg mengerjakan tugas kita.

Detour:
Momen dalam hidup dimana kita harus memilih antara 2 pilihan.
Buat gue, akhir dari suatu fase dalam kehidupan gue ditandai dengan datangnya amplop detour ke kehidupan gue.
Disaat gue harus memilih diantara 2 pilihan yang konsekuensinya tentu berbeda, ada kekurangan kelebihannya masing-masing dan sulit untuk menentukan mana yg lebih baik.
Kalo detour di Amazing Race tuh misalnya 2 pilihannya adalah “mudah tapi jauh” atau “sulit tapi dekat”. Tingkat kesulitan dan jarak suatu pos tuh sangat berpengaruh banget, makanya untuk menentukan diantara 2 pilihan harus sangat mindfull
Tiap dari kita pasti pernah berada difase sulit banget menentukan diantara 2 pilihan. Ya emang hidup kan adalah tentang memilih.
Dulu waktu gue SD. Gue orang yg sangat insecure, takut sama orang. Sampe pada suatu waktu gue diajak main basket sama guru olahraga gue. Pilihan gue “iyain guru gue tapi jadinya harus ketemu banyak orang” atau “bertahan jadi Cile yang penakut.” Gue memilih untuk mengiyakan guru gue. Susah banget awalnya, harus kabur-kaburan. Takut banget gue ketemu orang. Sampe akhirnya gue harus pindah sekolah dan entah kenapa waktu pindah gue mau berusaha membuka diri.
Kemudian, setelah itu banyak lagi kejadian-kejadian dimana gue harus memilih antara 2 pilihan yang ga pernah mudah. Tiap dari kita pasti pernah, sedang dan akan masuk ke fase tersebut. Tinggal bagaimana kita menghadapi dan nggak akan nyesel sama apa yang kita pilih.

Saat ini gue sedang meyakini diri sendiri: kemanapun hati berlabuh pasti selalu ada tantangan yang harus ditempuh. Sehingga yang bisa kita lakukan adalah memutuskan, lalu memantaskan.
Salam,
D