Seberapa sering kita berpikir bahwa kita mengetahui seseorang seutuhnya? Sering pasti. Gue selalu berpikir ketika sudah mengenal seseorang dalam kurun waktu tertentu, artinya gue sudah semakin mengetahui orang tersebut.
Nyatanya, kita nggak pernah benar-benar tahu.
Kalau mau dikasih analogi sebetulnya asumsi kita terhadap seseorang itu kayak ember yang udah penuh sementara masih ada lautan untuk mengisi ember itu. Jadinya susah buat diisi lagi, kalau dipaksa akhirnya ambyar.
Kita selalu merasa sudah ‘penuh’, dan mengetahui seseorang secara utuh. Jarang mau mengosongkan ember untuk bersiap mempelajari dan mengenal lebih lagi. Karena akhirnya ’ember’ kita dipenuhi dengan berbagai asumsi.
Gue selalu merasa bahwa hati manusia itu kayak bangunan, tiap ada seseorang yang datang dia bikin kamarnya sendiri dalam bangunan itu. Kamar atau ruangnya spesial hanya untuk orang tersebut. Kamar tersebut akan semakin terisi, seiring dengan kita semakin tahu tentang orang itu.
Namun, seringkali ketika kamar tersebut sudah mulai terisi dan kita anggap cukup, yang kita lakukan adalah memberikan kunci pada pintunya dan menghalangi hal lain untuk masuk. Kita menolak ada hal baru tentang orang itu, takut menjadi tidak nyaman jika ruangnya diisi hal-hal yang tidak kita inginkan.
Lalu dalam kurun waktu tertentu, orang ini akhirnya merasa perlu untuk memasukan barang lain ke ruangannya. Ketika orang tersebut membuka pintunya dengan paksa, agar hal-hal yang dia inginkan juga masuk ke dalam ruangannya… yang terjadi adalah kita tidak terima, lalu merasa tidak nyaman dengan perubahan ruangan itu. Padahal perubahan dan perkembangan pada seseorang adalah hal yang tidak bisa kita kendalikan.
Merasa bahwa ‘seharusnya tidak begitu’ atau ‘kenapa dia tidak seperti yang gue ketahui’. Lalu membahayakan bangunan yang kita miliki sendiri dengan bisa saja menghancurkan kamar orang itu.
Mungkin, yang kita perlukan adalah membiarkan ruangannya terbuka. Bersama-sama dengan masing-masing pemilik ruangan mengosongkan kembali ruangannya agar hal lain bisa masuk. Dengan begitu kita bisa selalu menerima perubahan, dan berkenalan dengan orang itu sepanjang ruangannya berada di dalam bangunan kita.
Karena pada akhirnya, yang kita bisa lakukan adalah merasa tidak pernah benar-benar tau tentang siapapun yang masuk ke dalam hidup kita. Agar banyak kejutan yang bisa kita dapatkan dan berhubungan dengan seseorang artinya berkenalan dengan orang tersebut selama yang kita inginkan.
Salam,
D