Kita hidup di zaman segala sesuatu ada standardnya. Mau melakukan ini itu selalu ada pedomannya.
Standard itu penting, untuk jadi ukuran agar kita tidak berlaku kelewatan. Tapi kemudian pertanyaan besar lainnya, kita hidup untuk memenuhi standard siapa?
Punya segudang kecemasan ketika apa yang kita lakukan tidak bisa memenuhi standard orang lain. Ngga berhenti khawatir sama berbagai keputusan ketika tau bahwa mungkin tidak bisa membahagiakan orang lain. Lagi-lagi, pertanyaan besarnya: kita hidup untuk memenuhi standard siapa?
Berhenti melakukan banyak hal karena takut jadi bulan-bulanan di media sosial. Takut untuk memulai karena khawatir dengan manusia yang memberikan nilai. Sekali lagi, kita hidup untuk memenuhi standard siapa?
Dunia ini nyatanya udah terlalu banyak aturan, cukuplah kita mengikuti aturan agama dan norma. Apakah masih perlu untuk mengikuti standard-standard pemberian orang lain yang kadang bikin kita tidak bebas bergerak?
Bukan berarti jadi bebas sehingga melanggar batas-batas. Tapi jadi lebih tenang karena tau bisa berekspresi tanpa dikekang. Bukan jadi abai hingga tidak peduli dengan nilai. Tapi jadi lebih percaya diri karena tidak takut dihakimi.
Ah tapi, sulit rasanya mau begitu. Polisi moral ada di mana-mana. Hingga akhirnya tetap sama pertanyaan besarnya..
Kita hidup untuk memenuhi standard siapa?

Salam,
D