Memahami Ke-tidak bisa-an.

Setahun yang lalu, gue membuat sebuah tulisan yang terinspirasi dari obrolan dengan seorang teman tentang menginginkan sesuatu yang rasanya dekat tapi tidak bisa kemana-mana. Nah baru saja tadi malam, seorang teman lama tiba-tiba mengirimkan sebuah pesan singkat ke WhatsApp yang bunyinya kira-kira begini “Cil apa kabar? Gue cuma mau bilang, setelah 9 tahun gue sama si xx akhirnya memutuskan untuk melepas satu sama lain.”

Gue yang udah ngantuk banget langsung bangun baca chat itu. Respon pertama gue adalah “Kenapa akhirnya?” Karena gue tahu banget, mereka berdua punya hubungan yang cukup absurd tapi manis. (Disclaimer: gue udah izin ke orangnya buat nulis cerita ini sedikit).

Ceritanya temen gue ini nggak bisa membuat hubungan mereka berdua official karena beda agama. Sehingga sejak 9 tahun yang lalu mereka berdua hubungannya benar-benar sebatas teman kelewat mesra (HAHAHA) apakah mereka pacaran? Enggak. Mereka berdua bahkan satu sama lain gonta-ganti pacar 9 tahun ini, tapi ya nggak ada yang awet. Selama 9 tahun, walau mereka gonta-ganti pacar tetep aja satu sama lain jadi bahu untuk bersandar kalau kenapa-kenapa. They literally always be there for each others. Sulit ya memang. Percuma pacaran sama yang lain, kan kasian haha. Selama 9 tahun tidak ada kalimat penembakan atau ngajak jadian, karena beneran sama-sama tahu kalau ya nggak bisa (part ini udah gue konfirmasi ke masing-masing HAHA).

Long story short, gue akhirnya denger lengkap storynya dari temen gue semalam. Intinya, beberapa hari yang lalu mereka membahas apa yang tidak pernah terbahas 9 tahun terakhir “Kita ini apa dan mau gimana?” alasan ga pernah dibahas sesederhana karena they love each other’s company so much dan tahu banget kalau dibahas bakalan malah bubar jalan. Katanya dibahas sampai nangis-nangis, lalu keputusannya mereka perlu melepas satu sama lain seutuhnya karena ya memang nggak bisa kemana-mana. Gue menutup percakapan semalam dengan “Semoga keputusan ini bikin lo berdua lebih tenang menjalani hidup ya.” Kenapa gitu? Karena gue yakin keputusan ini diambil dengan tidak mudah, mengakhiri sesuatu yang pernah dimulai aja enggak, statusnya nggak ada, tapi they both know that there’s something special between them. Jadi, ya semoga bisa lebih tenang.

Gue menghargai keputusan mereka berdua, walau sedih juga ya sesungguhnya soalnya mereka manis banget. Kayak they meant to be each other’s gitu lho. Tapi yaaa, it is what it is kan. Kadang apa yang kita mau belum tentu sesuai sama apa yang kejadian. Karena banyak hal yang berada di luar kendali kita.


Cerita semalam membuat gue ingin share ulang tulisan gue setahun yang lalu. So here it is:

Hi S,

For some time.. We have been more than a friend but less than a lover. What are we?

It all started with a bit of a smile and a simple hi; I never expected that you’ll be this important to my life now.

We want to have each other for the rest of our lives so bad. But we know we’re not going anywhere; we want to, but we can’t, right?

Sometimes it’s torturing me, having you around, but I can’t say that you are mine. Should I let you go? Or should we stay like this?

We were like the 28 and 29th of Feb, too close yet so far.

We are already stuck in each other’s life forever, you said, but is forever even real?

You are my favorite person. I said it so many times.

I want to annoy you every day or simply just have a cup of tea with you. Go on an impromptu sunset sightseeing trip, or be as simple as sitting in front of the window watching the rainfall.

But… My imagination has become a cruel place that reminds me that I’m trapped on the outside of the world I wish to experience.

I always read between the pages looking for gaps where I could slip in. The thing is, the author won’t let us.

Hey, we almost made it, but almost is never enough, right?

Why don’t we just celebrate our “almost” for now? Can we just stay like this for a while?

Maybe someday. When you find someone that can be with you as much as I want to, or when I find someone that I can tell the world that this someone is mine, we’ll work on that later.

-I-

Semoga kita semua diberikan ketenangan pada akhirnya.

Salam,
D

Leave a comment