Beberapa hari terakhir fisik dan mental gue tidak dalam kondisi prima. Sepertinya sudah agak lama badannya menahan untuk tumbang, akhirnya tumbang juga.
Sudah lama isi kepala gue bekerja terus tanpa henti, beberapa hari terakhir diberi waktu untuk kosong dan sedikit memberi jeda. Ketika isi kepala gue lumayan lapang, ternyata banyak hal-hal yang muncul ke permukaan.
Gue perlahan belajar apa artinya jadi manusia. Terdengar sok puitis, tapi nggak punya kalimat lain yang bisa menggambarkan lebih dari ini.
Gue belajar untuk menerima, bahwa terkadang hal-hal menyenangkan harus berakhir, kadang timingnya tidak tepat, dan kadang… kerikil-kerikil dalam hidup menghalangi perjalanan kita. Gue juga belajar bahwa ketika sesuatu harus berakhir, instead of being upset about it I’m slowly learning how to appreciate how lucky I was to experienced it. Gue juga perlahan belajar bagaimana untuk bergerak dan menjalani hidup sendirian, belajar untuk berhenti mengisi kekosongan dengan kehadiran orang lain, instead gue perlahan belajar untuk menghadapi kosongnya sendiri dan kalau jatuh, ya belajar untuk bangkit lagi.
Gue perlahan belajar apa artinya menjadi manusia.
Berbuat kesalahan, dan belajar dari kesalahan itu. What it means to be both happy and sad at the same time, try to feel it completely. Belajar untuk berhenti lari dari apa yang sulit dan tidak nyaman dalam hidup, mengurangi mencari rute-rute mudah dalam menyelesaikan masalah. Sehingga gue bisa belajar untuk tumbuh, dan jadi manusia yang lebih baik lagi.
But most of all, gue belajar untuk menikmati momentnya. Bahwa gue ga bisa mengontrol kehidupan seutuhnya, yang bisa gue lakukan adalah mengalami dan merasakan. Perlahan belajar untuk merasakan semua perasaan, membuka diri akan kebingunan, bahwa kebahagiaan hadir sepaket dengan patah hatinya.
Gue perlahan belajar apa artinya menjadi manusia.
Salam,
D
Yup kak i support u, it is like how big our wish but kadang kita lupa dengan apresiasi diri
LikeLike